Sabtu, 26 Maret 2016

Skala

Aku sembilan. Di antara skala satu sampai sepuluh mu yang terisi penuh. Satu-mu rutinitas. Kamu deras yang tergerus arus. Terjebak, kadang malah pupus. Dua mu cabang. Persimpangan di antara sekian banyak hal. Perihal ragu, misalnya. Tiga adalah jeda. Jarak yang selalu terjaga. Empat adalah waktu. Dua puluh empat jam yang kamu upayakan sempat. Tapi aku jarang libat. Lebih pilih lihat. Lima mu  ragu. Serupa aku, si Abu-abu. Enam adalah rencana. Perihal yang sudah atau sedang usai. Tujuh adalah minat. Kamu mudah dekat atau lekat.
Sedangkan delapan adalah pembagi. Kamu bisa pergi atau berlari tanpa ingkar salah satu. Barangkali sepuluh mu rindu. Aku lebih dulu. Yang bakal dihubungi sebelum tidur. Karena katamu candu. Bukan begitu?