Senin selalu datang bergegas. Meninggalkan Sabtu yang tersuruk-suruk dan Minggu yang berjalan tergesa. Aku dibuat menghitung mundur. Dengan jam yang selalu kendur. Dan kamu yang datang mulur. Barangkali aku penakut. Kamu diam begitu saja kadang buat kisut. Lebih pilih mundur dan surut. Takut. Kamu lebih serupa kabut. Datang berturut-turut malah kadang buat kusut.
Kita punya tujuh seminggu. Kau ditunggu, maka jangan ragu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar